1. MANQOBAH PERTAMA: MENERANGKAN TENTANG NASAB KETURUNAN SYEKH ABDUL QODIR JAELANI
NASAB DARI AYAH
Sayyid Abu Muhammad Abdul Qodir Jaelani ayahnya bernama : Abu Sholeh Janki Dausat, putra Abdullah, putra Yahya az-Zahid, putra Muhammad, putra Daud, putra Musa at-Tsani, putra Musa al-Jun, putra Abdulloh al-Mahdi, putra Hasan al-Mutsanna, cucu Nabi Muhammad saw. putra Sayyidina 'Ali Karromallohu Wajhahu.
NASAB DARI IBU
Sayyid Abdul Qodir Jaelani ibunya bernama : Ummul Khoer Ummatul Jabbar Fathimah putra Sayyid Muhammad putra Abdulloh asSumi'i, putra Abi Jamaluddin as-Sayyid Muhammad, putra al-Iman Sayid Mahmud bin Thohir, putra al-Imam Abi Atho, putra sayid Abdulloh al-Imam Sayid Kamaludin Isa, putra Imam Abi Alaudin Muhammad al-Jawad, putra Ali Rido Imam Abi Musa al-Qodim, putra Ja'far Shodiq, putra Imam Muhammad al-Baqir, putra Imam Zaenal Abidin, putra Abi Abdillah al-Husain, putra Ali bin Abi Tholib Karromallohu wajhah.
Dengan demikian, Syekh Abdul Qodir Jaelani adalah Hasani dan sekaligus Husaini.
***
اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان
alloohhummansyur 'alaihhi rohmataw waridhwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaan.
***
2. MANQOBAH KEDUA: BEBERAPA MACAM TANDA KEMULIAAN PADA WAKTU SYAIKH ABDUL QODIR DILAHIRKAN
Sayid Abu Muhammad Abdul Qodir Jaelani dilahirkan di Naif, Jailani Irak pada tanggal 1 bulan Romadhon, tahun 470 Hijriyah, bertepatan dengan 1077 Masehi.
Beliau wafat pada tanggal 11 Rabiul Akhir tahun 561 Hijriyah bertepatan dengan 1166 Masehi, pada usia 91 tahun. Beliau dikebumikan di Bagdad, Irak.
PADA MALAM BELIAU DI LAHIRKAN ADA LIMA KAROMAH (KEMULIAAN):
Alia Wisata Jawa Timur
Agen Penyelenggara Resmi UMROH, HAJI KHUSUS, WISATA MUSLIM Terdaftar di KEMENAG RI, No. D/522, D/476 Hubungi : 08165442967 / WA, BBM : 53c7c44f
singapore airlines
gambar
Selasa, 03 Maret 2015
Senin, 02 Maret 2015
Syekh Abdul Qadir Jaelani, Riwayat dan kisahnya.
Beliau adalah tuan kita, teladan dari semua wali terbaik, papan arah menuju arah yang benar, beliau adalah poros ketuhanan (Qutub Rabbani), nama lengkap beliau adalah Abu Shalih Sayyidi ‘Abdul Qadir bin Musa bin ‘Abbdullah bin Yahya az-Zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa al-Jun bin ‘Abdullah al-Mahdhi bin al-Hasan al-Musatanna bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Beliau yang terkenal dengan nama ‘Abdul Qadir al-Jailani. Beliau lahir pada tahun 470 H, dan wafat pada tahun 561 H. dimakamkan di Baghdad.
Ibu beliau adalah Ummul Khair (dalam bahasa arab berarti ibu kebaikan), ia pernah berkisah: “Ketika aku melahirkan ‘Abdul Qadir al-Jailani, dia tidak mau menyusu ke puntingku selama siang hari bulan Ramadhan. Bulan baru Ramadhan suatu kali tertutup awan sehingga orang-orang datang kepadaku dan bertanya tentang ‘Abdul Qadir al-Jailani, maka aku katakan kepada mereka, bahwa ‘dia tidak menyusu pada puntiingku hari ini.’ Hal itu kemudian menjadi isyarat yang jelas bahwa hari itu adalah awal Ramadhan.”
Kabar tersebut lalu menyebar luas, bahwa seorang bocah (‘Abdul Qadir al-Jailani) lahir dengan membawa berbagai kemuliaan (keajaiban), dan bahwa ia adalah bayi yang tidak mau menyusu di siang hari Ramadhan. Dan dikabarkan pula, bahwa sang Ibunda mengandungnya ketika berusia 16th. Dikatakan bahwa, tidak mungkin ada gadis 16th bisa hamil kecuali dia perempuan Quraisy, dan tidak ada gadis 16th yang bisa punya anak kecuali dia pasti orang Arab.
Ketika ‘Abdul Qadir al-Jailani lahir, sang bayi disambut oleh tangan-tangan keanugerahan yang agung, dan sang bayi diliputi oleh cahaya petunjuk di belakangnya maupun di depannya.
Ketika ‘Abdul Qadir al-Jailani berusia 5th, sang ibu mengirimkannya ke sebuah madrasah lokal di Jilan. Beliau menuntut ilmu di madrasah tersebut hingga berumur 10th. Selama belajar di madrasah tersebut, beberapa peristiwa menakjubkan terjadi. Setiap kali ‘Abdul Qadir al-Jailani akan memasuki madrasah, beliau melihat sosok-sosok bercahaya yang berjalan di depanya sambil berkata, “Beri jalan untuk Wali Allah!” Dan ketika beliau pernah ditanya kapan beliau mengetahui bahwa dirinya menerima walayah (pangkat kewalian), beliau menjawab, “Ketika aku berusia sepuluh tahun, kulihat para malaikat berjalan mengiringiku dalam perjalanan menuju madrasah, dan mereka selalu berkata, “Beri jalan untuk Wali Allah.” Kejadian itu terus menerus berulang sampai aku paham bahwa aku dianugerahi walayah.”
Berpisah dengan Sang Bunda
Rabu, 14 Januari 2015
TRAINING INSPIRATION MOTIVATION
Pada kesematan perdana ini, Alia wisata menhadirkan 3 pembicara yang berkopenten dalam bidangnya, yaitu adalah KH. Abdul Aziz Arbi, Ust Zacky Mirza, dan H. Samsul Rahman. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam dengan media interaktif ini mengajak masyarakat untuk memperoleh Inspirasi dan Mativasi ke Tanah suci agar perjalanan ibadah tidak sia-sia dengan meluruskan niat, bersihkan hati sebelum menuju ke tanah suci.
MAKNA BERIHRAM
Sabda Nabi Saw. :
“Aurat laki-laki ialah antara pusat sampai dua lutut”. (HR. Daruquthni dan Baihaqi)
“Dari ummu salamah, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Nabi saw., “bolehkah perempuan sholat hanya memakai baju kurung dan kerudung (telekung saja, tidak memakai kain?” jawab Nabi saw., “Boleh, kalau baju kurung itu panjang sampai menutupi kedua tumitnya”. (HR. Abu Dawud)
Aurat dapat mendatangkan kemudharatan apabila dibiarkan saja tanpa hijab yang menghalangi pandangan mata manusia lain. Aurat yang terlihat dapat menimbulkan nafsu syahwat (baca: birahi), kemudian buahnya adalah terjadinya perbuatan-perbuatan tercela seperti zina, seks bebas, aborsi, pemerkosaan dan sebagainya. Allah memerintahkan agar menutupi aurat kita dengan hijab (pakaian).
Firman Allah swt.:
“Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid”. (QS. Al-A’raf: 31)
Fungsi utama pakaian adalah untuk menutupi aurat dan melindungi tubuh dari keadaan alam yaitu cuaca panas dan dingin. Tetapi rupanya manusia masa kini menambah lagi fungsinya yaitu sebagai symbol pembeda stratifikasi social, ekonomi dan sebagai pemberi pengaruh psikologi. Orang kaya berpakaian yang terbuat dari kain sutera, orang menengah berpakaian kain wol, dan orang rendah berpakaian yang terbuat dari kain yang lebih kasar, compang-camping atau “dekil en de kumel” (baca:kotor dan lusuh).
Pakaian yang dikenakannya itu dapat membedakan dan mengiklankan kedudukan, harkat dan martabatnya terhadap sesama manusia lainnya. Seorang TNI, polisi, PNS, Hartawan yang pakaiannya terdapat bintang dipundaknya, pangkat dilengannya dan papan nama didadanya tentu lebih terhormat kedudukannya ditengah-tengah masyarakat dibanding petani dengan pakaian sederhananya.
Dalam ibadah haji, seseorang akan ditempa agar menghilangkan perbedaan dalam perbedaan stratifikasi sosial ekonomi dan psikologis negatif. TNI, Polisi, PNS, Hartawan hanya dibolehkan memakai pakaian ihram saja sama seperti orang lain tatkala ia akan menunaikan haji. Seragam yang dikenakannya setiap hari ditinggalkan di rumah.
Di Miqat Makaniy, tempat ritual ibadah haji dimulai. Disini calon haji mengenakan pakaian ihram yang berwarna putih. Dengan mengenakannya maka menjadi hilanglah symbol pembeda stratifikasi sosial ekonomi dan tertanggalkanlah psikologis negatifnya. Ali Syari’ati mengatakan “Di miqat ini/ apapun ras dan sukumu lepaskan semua pakaian yang engkau kenakan sehari-hari baik sebagai: (a) serigala (yang melambangkan kekejaman dan penindasan); (b) tikus (yang melambangkan kelicikan); (c) anjing (yang melambangkan tipu daya); (d) domba (yang melambangkan penghambaan)”.
Warna pakaian ihram yang putih melambangkan kesucian. Artinya, seorang muslim ketika akan datang ke dunia dalam keadaan suci, setelah manusia diberi nafsu kesucian itu dinodai dengan syirik, kufur dan dosa. Noda-noda tersebut mesti dibersihkan sebelum kematian menjemput.
Dikenakannya pakaian ihram, bermakna pula bahwa agar mengingatkan si calon haji akan berpisahnya jasmani dan rohani, yaitu kematian yang mendekati kita. Kematian akan siap menjemput kita, dimana pun berada kapanpun saatnya, walaupun bersembunyi di dalam benteng atau gua sekalipun.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”. (QS. Al-Imran:195)
“Maka apabila sudah tiba ajal (waktu kematian) orang-orang itu, tidak dapatlah mereka mengundurkannya sekalipun sesaat dan tidak pula memajukannya”. (QS. An-Nahl: 61)
Rohani yang suci dapat berpulang ke rahmatullah (selamat ke alam barzah) sedangkan jasmani dikenakan kain kafan putih, dimandikan lalu dikuburkan. Inilah apa yang disebut “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun”.
Kesimpulannya bahwa ketika para jamaah haji menginjakan kaki di bumi kelahirannya kembali, dalam hidup barunya itu tidak lagi membedakan status sosial ekonomi dan menghilangkan psikologis negatifnya, menjaga kesucian lahir batinnya dan senantiasa mengingat akan kematian.
(Tulisan ini dimuat di majalah Media Pembinaan Kementerian Agama Prov. Jawa Barat)
Berihrom sebelum berkain ihrom
MAKNA DARI "BERIHRAM SEBELUM BERKAIN IHRAM
Berihram sebelum berkain ihram adalah spirit atau semangat untuk melepaskan simbol dunia yang selama ini melekat dalam diri kita seperti jabatan, harta, pangkat, harga diri dan status sosial.
kesemua itu harus dilepas di saat diri ingin di akui sebagai Hamba Allah SWT, sebab Allah tidak butuh semua itu yang Allah lihat hanyalah Ketaqwaan hambaNya.
Jadi sebelum kita berbalut Kain Ihram untuk berumrah kita semestinya sudah mengosongkan diri dari semua pakaian dunia, akan jauh lebih indah bila hati kita bersih /berihram sebelum badan atau jasad kita berihram.
Semoga kita semua bisa mengihramkan hati kita terlebih dahulu sebelum benar2 berihram untuk berUmrah.
Semoga bermanfaat
kesemua itu harus dilepas di saat diri ingin di akui sebagai Hamba Allah SWT, sebab Allah tidak butuh semua itu yang Allah lihat hanyalah Ketaqwaan hambaNya.
Jadi sebelum kita berbalut Kain Ihram untuk berumrah kita semestinya sudah mengosongkan diri dari semua pakaian dunia, akan jauh lebih indah bila hati kita bersih /berihram sebelum badan atau jasad kita berihram.
Semoga kita semua bisa mengihramkan hati kita terlebih dahulu sebelum benar2 berihram untuk berUmrah.
Semoga bermanfaat
Senin, 05 Januari 2015
9 Day Umrah Reguler ( etihad airways )
Silver Package
| QUAD | $1925 |
| TRIPLE | $2000 |
| DOUBLE | $2075 |
Gold Package
| QUAD | $2375 |
| TRIPLE | $2475 |
| DOUBLE | $2575 |
Highlight : Roudhah, Masjid Quba, Perkebunan Korma,
Umroh, Jabal Rahmah.
Keberangkatan : Etihad Airways Reguler setiap hari
Senin dan Kamis
17 Day Umrah Plus Eropa 5 Negara ( emirates airways )
| QUAD | $4400 |
| TRIPLE | $4500 |
| DOUBLE | $4600 |
Highlight : Roudhah, Masjid Quba, Umroh, Jabal Rahmah
Burj Khalifah, Mount Titlis, Masjid Koln, Canal Cruise,
Le Grande Mosque de Paris, Eiffel Tower, Galerrie Laffayete,
Louvre Museum.
Keberangkatan : 26 Februari 2015 & 7 Mei 2015
HARI 01 | KAMIS | 26 FEB ‘15 : JAKARTA – DUBAI – MADINAH
Diharapkan Jamaah sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta pada Pk. 14.00, Di Terminal 2 Pintu D1 Keberangkatan, Pada Pk. 17.55 dengan penerbangan Emirates Airlines (EK-357) bertolak menuju ke Dubai, yang akan tiba di Dubai pada Pk. 22.45 langsung menuju ruang transit untuk melanjutkan penerbangan ke Madinah dengan penerbangan Emirates Airlines (EK-807) pada Pk. 01.15 yang diharapkan akan tiba di Madinah pada Pk. 03.00. Setelah selesai proses imigrasi dan custom, dengan Bus selanjutnya jamaah akan langsung diantar menuju ke Hotel Madinah Untuk Proses Check in. (MM).
HARI 02-03 |JUMAT - SABTU | 27-28 FEB ‘15: MEDINAH
Setelah makan Malam,
Diharapkan Jamaah sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta pada Pk. 14.00, Di Terminal 2 Pintu D1 Keberangkatan, Pada Pk. 17.55 dengan penerbangan Emirates Airlines (EK-357) bertolak menuju ke Dubai, yang akan tiba di Dubai pada Pk. 22.45 langsung menuju ruang transit untuk melanjutkan penerbangan ke Madinah dengan penerbangan Emirates Airlines (EK-807) pada Pk. 01.15 yang diharapkan akan tiba di Madinah pada Pk. 03.00. Setelah selesai proses imigrasi dan custom, dengan Bus selanjutnya jamaah akan langsung diantar menuju ke Hotel Madinah Untuk Proses Check in. (MM).
HARI 02-03 |JUMAT - SABTU | 27-28 FEB ‘15: MEDINAH
Setelah makan Malam,
Langganan:
Postingan (Atom)